Perbedaan fisura ani dan fistula ani cukup sulit dibedakan jika hanya dilihat dari gejala perdarahan kulit anus dan rasa sakit/gatal di daerah dubur. Setelah diselidiki, ternyata perbedaannya terletak pada dimana penyebab terjadinya.

Fisura ani adalah robekan dalam lapisan anus yang menimbulkan rasa sakit parah sehingga memicu pendarahan di dalam lapisan anus pada saat dan setelah buang air besar. Sedangkan fistula ani merupakan masalah yang terjadi pada mukosa anal yang tampak seperti ada benjolan.

perbedaan fisura ani dan fistula ani

Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita bahas masing-masing kondisi agar Anda lebih paham dan mengerti letak perbedaannya.

Seputar Fisura Ani

Fisura Ani beresiko terjadi pada seseorang yang mengalami persalinan, mengedan terlalu kuat saat buang air besar, serangan konstipasi atau diare akut. Jika tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan penyakit radang usus besar, infeksi hingga kanker.

Fisura ani dapat menyerang semua usia, namun lebih sering menyerang bayi dan anak kecil karena konstipasi yang menjadi salah satu penyebab fisura ani.

Jika serangan fisura ani ringan, anak bisa sembuh selama empat hingga enam minggu. Tapi jika fisura ani lebih lama menyerang seseorang, maka bisa termasuk dalam jenis kronis.

Pengobatan tertentu dapat meningkatkan penyembuhan dan membantu mengurangi ketidaknyamanan, termasuk obat pelunak tinja dan penghilang rasa sakit topikal. Jika fisura ani tidak membaik dengan perawatan ini, operasi mungkin diperlukan. Hati-hati pula saat Anda memilih obat pelunak tinja dan penghilang rasa sakit, karena bisa menimbulkan kondisi atau komplikasi yang lebih parah.

Baca juga : Obat Tradisional Fisura Ani

GEJALA

  • Terdapat benjolan kecil kulit di sekitar lubang anus
  • Rasa nyeri di daerah anus saat buang air besar
  • Goresan darah pada tinja atau pada kertas tisu setelah diseka
  • Daerah anus terasa gatal dan terbakar

PENYEBAB

Fisura ani paling sering terjadi saat melewati tinja besar atau keras. Konstipasi kronis atau sering mengalami diare juga bisa merobek kulit di sekitar daerah anus. Penyebab umum lainnya termasuk:

  • Penyakit Crohn
  • Tegang saat melahirkan
  • Penurunan aliran darah ke daerah anorektal
  • Mengalami kejang di otot sfingter
  • Kanker dubur
  • HIV
  • Tuberkulosis
  • Sipilis
  • Herpes

Siapa yang berisiko mengalami fisura ani?

Fisura ani memang lebih sering menyerang bayi dan anak anak. Namun orang dewasa juga bisa terserang akibat penurunan aliran darah di daerah anorektal. Selama dan setelah melahirkan, wanita berisiko mengalami fisura ani karena tertekan saat melahirkan.

Orang dengan penyakit Crohn, juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan fisura dubur. Peradangan yang terjadi di lapisan usus membuat jaringan di sekitar anus lebih mudah robek. Dan orang yang sering mengalami konstipasi berisiko tinggi mengalami fisura ani.

Perlu Anda ketahui, bahwa tidak semua fisura ani adalah tanda diet rendah serat dan konstipasi. Anda mungkin mengidap penyakit yang mendasarinya seperti tuberkulosis, HIV, atau kanker dubur.

PENCEGAHAN

  • Menjaga daerah anus agar tetap kering
  • Membersihkan daerah anus dengan lembut dengan sabun ringan dan air hangat
  • Menghindari sembelit dengan minum banyak cairan
  • Makan makanan berserat
  • Berolahraga secara teratur
  • Sering mengganti popok (untuk bayi)

Kondisi yang terkait dengan fisura ani meliputi operasi dubur sebelumnya, penyakit radang usus, kanker lokal, dan penyakit menular seksual. Beberapa kondisi yang mungkin lebih langsung menyebabkan fisura dubur adalah yang menyebabkan trauma pada daerah tersebut, seperti persalinan normal, anal seks, atau karena feses yang keras dan besar.

Dengan gejala yang sama yaitu, fisurra ani dan fistula ani cukup sulit untuk dibedakan. Dokter sering melihat pasien mengeluhkan gejala yang menunjukkan wasir, padahal sebenarnya jaringan dubur yang diperparah telah menjadi fisura atau fistula.

Seputar Fistula Ani

Selain ketidaknyamanan atau nyeri di daerah dubur, gejala fistula ani meliputi sekresi nanah dari anus, peningkatan diare atau pembukaan ekstra di suatu tempat di dekat anus. Sementara gejala fistula ani yang lebih ringan bisa datang dan pergi, mereka juga bisa terus memburuk. Inilah sebabnya mengapa ada rasa sakit atau perdarahan dari daerah anus yang harus diperiksa oleh dokter yang terlatih.

Fistula ani juga bisa terjadi ketika saluran seperti tabung atau lorong yang keluar dari kanal anus ke lubang kecil di kulit yang dekat dengan anus. Hal semacam ini bisa terjadi setelah operasi rektum atau abses di daerah itu, atau akibat komplikasi penyakit usus.

Fistula ani disebabkan oleh infeksi di dalam kelenjar dubur yang menyebar sendiri ke kulit. Mereka biasanya terjadi akibat infeksi di dekat anus yang menyebabkan sekumpulan nanah (abses) di jaringan terdekat. Saat nanah mengalir, ia bisa meninggalkan saluran kecil di belakangnya.

Fistula anal dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan, seperti ketidaknyamanan dan iritasi kulit, dan gejala lainnya juga meliputi ;

  • Nyeri konstan dan berdenyut yang mungkin lebih buruk saat Anda duduk, bergerak, buang air besar atau batuk
  • Bau yang keluar dari dekat anus Anda
  • Saat buang air besar, nanah dan darah juga bisa ikut keluar
  • Bengkak dan kemerahan di sekitar anus dan suhu tinggi (demam)
  • Kesulitan mengendalikan buang air besar (incontinence usus) pada beberapa kasus
  • Ujung fistula bisa terlihat seperti ada lubang pada kulit di dekat anus Anda.

Gejala tidak nyaman seperti rasa sakit bisa menjadi lebih buruk lagi jika fisurra ani dan fistula ani sudah berkembang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *